Brand kopi lokal Dua Coffee resmi membuka peluang investasi bagi publik sebagai bagian dari rencana ekspansi besar mereka. Sejak berdiri pada 2016 di Cipete, Jakarta Selatan, kedai kopi ini dikenal dengan konsep #RumahKedua, tempat di mana pelanggan merasa seperti berada di rumah sendiri.
Dalam tujuh tahun terakhir, Dua Coffee telah berkembang menjadi jaringan coffee shop dengan sejumlah outlet di lokasi strategis, antara lain Tebet, Bintaro, Kuningan, hingga Emerald Tangerang. Setiap gerai menghadirkan konsep unik, dari desain minimalis hingga ruang urban multilevel yang vibrant, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mulai dari tempat nongkrong santai, bekerja, hingga venue acara komunitas.
“Dua Coffee bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan pusat komunitas dan bagian dari gaya hidup urban. Kami ingin mengajak investor untuk tumbuh bersama,” ujar Ecky Rachmat Putra, Operations Manager Dua Coffee, dalam keterangan resminya.
Ekosistem Bisnis Lebih dari Sekadar Kedai Kopi
Selain menyajikan kopi nusantara premium, Dua Coffee juga menawarkan signature drinks seperti Petik Mangga, Kopi Susu Kedua, dan Rosalinda yang menjadi ikon brand. Produk minuman siap saji dalam botol dan kaleng (RTD) juga dikembangkan untuk memperluas pasar.
Tidak berhenti di situ, bisnis ini merambah ke berbagai lini seperti workshop, layanan katering, penyewaan tempat, hingga merchandise. Kolaborasi dengan brand besar seperti Compass, HMNS, hingga Crayon Shinchan turut memperkuat posisi Dua Coffee di pasar anak muda.
Skema Investasi Transparan
Untuk mendukung ekspansi, Dua Coffee menawarkan konsep investasi slot-based model.
-
Satu slot senilai Rp250 juta.
-
Investor dapat membeli lebih dari satu slot.
-
Modal digunakan untuk pembukaan outlet baru.
-
Bagi hasil disesuaikan dengan jumlah slot yang dimiliki.
Total kebutuhan investasi untuk membuka satu outlet diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar yang sudah termasuk biaya sewa, renovasi, peralatan, bahan baku, serta fee kerja sama untuk lima tahun.
Berdasarkan proyeksi keuangan, estimasi ROI (Return on Investment) berkisar antara 21–32 bulan di Jakarta dan 22–41 bulan di Bekasi-Tangerang, tergantung performa penjualan.
Prospek Cerah Industri Kopi
Pertumbuhan industri kopi di Indonesia diperkirakan mencapai rata-rata 8% per tahun. Tren work from café, meningkatnya kelas menengah, serta popularitas kopi susu membuat sektor ini semakin menjanjikan.
Dengan basis komunitas loyal (#WargaDua), inovasi produk yang konsisten, serta strategi investasi yang transparan, Dua Coffee optimistis dapat memperluas jangkauan bisnisnya ke lebih banyak kota bahkan ke pasar internasional.
“Investasi di Dua Coffee bukan hanya soal keuntungan finansial, tapi juga berkontribusi membangun budaya kopi Indonesia,” tambah Ecky.
Menyasar Pasar Global
Ke depan, Dua Coffee menargetkan menjadi salah satu coffee shop lokal terbaik di Indonesia sekaligus membawa cita rasa kopi nusantara ke panggung dunia. Dengan strategi ekspansi terukur, peluang ini dinilai sebagai momentum tepat bagi investor yang ingin masuk ke bisnis F&B dengan brand mapan dan prospek cerah.







